Kesalahan yang terkadang sering dilakukan

1. Mendahului Imam Ketika Shalat

Imam (adalah) orang yang paling layak dalam menasihati orang-orang yang shalat di belakangnya, dan melarang mereka dari mendahuluinya dalam ruku’ atau sujud. Janganlah mereka ruku’ dan sujud serentak dengan imam. Akan tetapi, hendaklah memerintahkan mer ketikaeka agar rukuk dan sujud mereka, bangkit dan turun mereka (dilakukannya) setelah imam. Dan hendaklah dia berbaik dalam mengajar mereka, karena dia bertanggung jawab kepada mereka dan akan diminta pertanggung jawaban besok.

“Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kapala keledai” (HR Muslim : 1/320-321)
2. Memperlambat gerakan Imam Ketika Shalat

rata2 para makmum memperlambat gerakan imam.contohnya : ketika imam sudah duduk antara dua sujud makmum masih sujud karena memperbanyak bacaan sujud, sebenarnya ini tidak benar..seharusnya kita harus mengikuti gerakan imam ,TIDAK MEMPERLAMBAT DAN MEMPERCEPAT GERAKAN IMAM
3. Mengolok Olok Orang Ajaran Nabi
di jaman sekarang ini hal ini bukan hal yang langka dicari..karena ketika orang mau shalat dikit2 udah dibilang “udah taubat nih yie..” ,, “cie..cie ada pak usatdz nih ” ,, sekali liat orang yang berjenggot langsung nyelentuk “teroris tuh”.Orang2 yang seperti itu ialah orang kafir 

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9: 65-66)

4. Dilarang Berbicara / berkomunikasi Pada Saat Khotib Naik MimbarDiriwayatkan dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Apabila engkau berkata kepada temanmu, diamlah! pada hari Jumaat. Padahal imam sedang berkhutbah, maka kamu benar-benar telah melakukan satu perkara yang sia-sia. 

jadi jika kita berbicara pada saat khotib naik mimbar pada shalat jum’at ,,,maka amal shalat jum’at kita akan sia2
maka berhati-hatilah untuk tidak berbicara

5. Luput Dari Shalat SubuhJika engkau ketiduran atau lupa sehingga luput dari waktu shalat, maka hendaklah engkau shalat ketika engkau terbangun dari tidur atau ketika ingat walaupun ketika itu saat terbitnya atau tenggelamnya matahari. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

مَنْ نَامَ عَنْ صَلاَةٍ أَوْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ .

“Barangsiapa yang tertidur sehingga luput dari shalat atau dalam keadaan lupa, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat dan tidak ada kafaroh (tebusan) selian itu.” (HR. Bukhari, dan Muslim )
6. Meniggalkan Shalat Berjamaah Di Masjid.di masjid2 kosong hampir tidak ada jamahnya
Ibnu ‘Allan Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika kalian melaksanakan shalat di rumah kalian yaitu melaksanakan shalat wajib sendirian atau melaksanakan shalat jama’ah namun di rumah (bukan di masjid) sehingga tidak nampaklah syi’ar Islam, sebagaimana hal ini dilakukan oleh orang yang betul-betul meremehkannya … , maka kalian berarti telah meninggalkan ajaran Nabi kalian yang memerintahkan untuk menampakkan syi’ar shalat berjama’ah. Jika kalian melakukan seperti ini, niscaya kalian akan sesat. Sesat adalah lawan dari mendapat petunjuk
note: Ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat jama’ah ini ditujukan bagi kaum pria, sedangkan wanita lebih utama shalat di rumahnya berdasarkan kesepakatan kaum muslimin .Semoga Kita semua bisa membiasakan shalat di berjamaah di masjid 

7. Perayaan ulang tahun

Umur kita manusia makin lama makin berkurang , adalah salah besar apabila dalam keseharian kita melaksanakan perayaan “ULTAH” terdapat kalimat ” SEMOGA PANJANG UMUR” . Umur tambah pendek sodara… bukan tambah panjang …. Yang baik adalah semoga dalam hidup kita selama ini amal dan pahala kita lebih besar dan diterima disisi Allah SWT, syukur2 dihapuskan dosa2 kita…

8. Tidak Mau Meluruskan Shaf

meluruskan shaf yang benar adalah jari kelingking ketemu jari kelingking dan diluruskan tapi kenapa setiap kali merapikan shaf selalu saja orang menghindar ga mau di sentuh jari kelingkingnya

9. Pergi ke Kubur Buat Minta Kesaktian

Paling parah juga nih ..ga asing lagi udah..contohnya makam ustadz yang lagi rame2 nya pasti biasanya bnyk orang minta kesaktian..padahal kan yang mati tuh harusnya yang minta doa ma orang yang msih hidup..kalau niatnya hanya ziarah sih boleh-boleh saja..

10. Memasuki Rumah Orang Lain Tanpa Meminta Izin si Empunya Rumah

Masih banyak kaum muslimin yang menganggap ini sebagai perbuatan sepele yang sah-sah saja. Apalagi bila si empunya rumah termasuk kerabat atau sahabat yang dekat dengannya. Mereka sama sekali tidak menyadari, bahwa perbuatan seperti itu merupakan perbuatan dosa yang dapat membawa mudharat yang sangat berbahaya.

حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Hai, orang orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan  rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat”.[An Nur:27].
Ayat di atas dengan jelas membedakan antara salam dan meminta izin. Dengan  demikian, seseorang yang telah dijawab salamnya, harus meminta izin sebelum  masuk ke dalam rumah. Inilah adab yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wa sallam.

11. Berpakain waktu shalat

Salah satu syarat sahnya sholat, supaya sholat kita diterima dan menggugurkan kewajiban, adalah menutup aurat. Nah, bagi laki-laki aurat yang wajib ditutupi ketika sholat adalah apa-apa yang ada di antara pusar dan lutut. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa bahu juga wajib ditutup di dalam sholat (Konsekuensinya, pakai kaus kutang/bertelanjang dada tidak sah sholatnya).

Walaupun begitu, kedua-dua pendapat di atas tentunya SEPAKAT dong, kalo bagian kulit yang berada pas di atas pantat itu termasuk bagian yang WAJIB ditutup juga, kalo gak mau sholatnya tidak diterima.dan ketika shalat di masjid alangkah baiknya jagan memakai kaos yang ada gambarnya,, hal ini disebabakan karena bisa menganggu jamaah lainnya ketik shalat.

12. Meminta Izin Ketika Masuk Kamar Orang Tua

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin”, yakni apabila anak-anak yang sebelumnya
harus meminta izin pada tiga waktu yang telah disebutkan di atas. Apabila mereka telah mencapai usia baligh, mereka wajib meminta izin di setiap waktu, seperti halnya orang-orang dewasa dari putera seseorang, atau dari kalangan
karib-kerabatnya wajib meminta izin.

Al Auza’i meriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir, ia mengatakan: “Apabila seorang anak masih balita, ia harus meminta izin kepada kedua orang tuanya (bila ingin masuk menemui keduanya dalam kamar) pada tiga waktu tersebut.
Apabila ia telah mencapai usia baligh ia harus meminta izin di setiap waktu.”

13. Masih Percaya Pada Adat Istiadat Semisal Pamali

Contohnya Disini adalah Semisal pamali atau sebagainya .. tapi umat islam sekarang pada ga tau bahwa yang seperti itu adalah perbuatan syirik,,,Misalnya lagi :meyakini bahwa adanya burung gagak di atas sebuah rumah menunjukkan akan ada hal jelek yang akan menimpa penghuninya. Burung gagak bukanlah sebab syar’i dari timbulnya musibah, yakni syariat tidak pernah menerangkan kalau itu merupakan sebab datangnya musibah. Dan dia juga bukanlah sebab kauni dari timbulnya musibah, maksudnya sama sekali tidak ada hubungan sebab akibat antara burung gagak dan musibah. Karenanya menjadikan gagak sebagai sebab datangnya musibah merupakan syirik asghar.

14. Berbicara Soal Dunia di Dalam Masjid

Tidak diperbolehkan menjadikan masjid sebagai tempat jual beli dan urusan dagang, serta perkara duniawi yang sejenis, yang di dalamnya mengandung mengeraskan suara (ribut). Karena masjid hanyalah dibangun untuk dzikrullah, membaca Al-Qur’an, dan shalat. Namun dibolehkan pembicaraan yang ringan dalam permasalahan duniawi, tanpa mengganggu orang-orang yang sedang membaca Al-Qur’an dan shalat di sekitar mereka berdua.

“Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: Apabila kalian melihat orang yang jual beli didalam masjid maka katakanlah kepadanya: Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu ! (HR Tirmidzi 1321, Ad-Darimi 1408, Ibnu Khuzaimah 1305, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 312, Ibnu Jarud 562, Ibnu Sunni dalam Amal Yaum Wa Lailah 153, Hakim 2/56, dan dia berkata: Shahih menurut syarat Imam Muslim, dan disetujui oleh Adz-Zahabi. Al-Albani menshahihkan dalam Al-Irwa 1295).

15. Melewati Orang Yang Sedang Shalat

Berjalan di depan orang shalat di antara dia dan sutrah (pembatas)nya adalah perbuatan haram, karena mengganggu dan mengacaukan konsentrasinya dalam bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala. Perbuatan ini dilarang dengan keras dan pelakunya mendapatkan ancaman yang sangat berat, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Oleh karena itu dibolehkan bagi yang sedang shalat untuk mencegah orang yang akan melewatinya, jika sekiranya masih ada jalan lain yang memungkinkan untuk dilewati.

Karena dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda, artinya,

“Jika salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah (yang menghalangi) orang (untuk lewat), lalu ada seseorang yang mau melewatinya maka tahanlah dia. Apabila menolak maka lawanlah dia karena dia adalah syetan.” (HR.al-Bukhari dan Muslim)

16. Duduk memeluk lutut pada saat imam berkhutbah.

Imam Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan al-Hakim meriwayatkan dari Mu’adz radliyallah ‘anhu, ia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang hubwah (duduk memeluk lutut) pada hari Jum’at pada saat imam sedang berkhutbah.” (HR. Abu Dawud no. 936, al-Tirmidzi no. 472, Ahmad no. 15077, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak no. 1020)

Al-Hubwah berasal dari kata ihtibaa’, yaitu merapatkan kedua kaki ke perut dan memasukkan ke dalam kainnya hingga menyatu dengan punggungnya. Bisa juga dengan cara merapatkan kedua kaki ke perut dan memeluk kedua lutut dengan dua tangan sebagai ganti dari baju.

Dengan demikian kita tahu, orang yang duduk seperti ini pada saat imam membaca khutbah telah melakukan kesalahan. Duduk seperti ini dilarang karena menggambarkan sifat malas bagi pelakunya dan menyebabkannya tertidur. Duduk seperti itu juga bisa menyebabkan batalnya wudlu’ dan terbukanya aurat.

17. Membangun Bangunan Di Atas Kubur

Sering kita liat jika di kuburan2 zaman sekarang pasti ada yang ada atapnya,, ada yang ada pagarnya dsb. padahal hal tersebut termasuk keslahan umat islam di zaman sekarang ini

قال علي لابي الهياج الاسدي ‏:‏ ابعثك على مابعثني رسول الله ص ان لاتدع تمثالا الاطمسته ولاقبرا مشرفا الاسويته

Artinya: Telah berkata ‘Ali kepada Abul Hayya al-Asadie: Aku mengutusmu sebagaimana Rasulullah pernah mengutus aku, yaitu bahwa tidak boleh engkau membiarkan satupun patung melainkan hendaklah engkau hancurkan dia dan (tidak boleh engkau biarkan) sesuatu kuburan yang tinggi, melainkan hendaklah engkau ratakan dia. (HSR. Muslim dan Ahmad).

قال جابرنهى رسول الله ص ان يبنى على القبرا ويزادعليه

Artinya: Kata Jabir: Rasulullah saw telah melarang didirikan sesuatu di atas kubur atau ditambah atasnya (HSR. Nasa’ie).

Keterangan:

Riwayat dari Jabir itu menunjukkan terlarang mendirikan apa-apa di atas kuburan dan terlarang menambah apa-apa diatasnya.

Riwayat dari ‘Ali menunjukkan bahwa kubur yang sudah pernah ditinggalkan orang, hendaklah diratakan.
“Mentegel”, “mengubin” dan “memberi atap” termasuk dalam kata-kata “didirikan” yang ada di riwayat Jabir tersebut.Oleh karena itu, terlarang mentegel, mengubin dan memberi atap atas sesuatu kuburan.

Sumber : Kaskus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: